Friday, June 3, 2016

MAN POWER PLANING (MPP)

MPP adalah proses yang berkaitan dengan Perencanaan kebutuhan selama kurang lebih satu tahun sekali.
MPP lebih mengacu terhadap pengelolahan budget perusahaan untuk kegiatanya selama 1 tahun.
MPP dilaksanakan 1 tahun sekali, misalnya: perusahan A akan melakukan MPP dari bulan Maret 2017 sampai bulan Maret 2018.
Perusahaan A harus mulai menghitung sebulan atau duabulan Sebelum targetnya dilaksanakan.
Tujuan MPP untuk menghubungkan sumber daya manusia untuk kebutuhan perusahaan pada masa yang akan datang.
Syarat-syarat dalam melakukan MPP
- Mempunyai pengalaman luas tentang analisis perkerjaan (Job analyze), Kondisi organisasi, dan persediaaan SDM
- Harus mampu membaca situasi SDM saat ini dan masa yang akan datang
- Mampu mempekirakan peningkatan SDM dan Teknologi masa depan.

Langkah-langkah melakukan MPP:
- Mengumpulkan data dan informasi yang lengkap mengenai SDM
- Mengelompokan data dan informasi tersebut, kemudian menganalisisnya,
- Menginformasikan rencana terpilih kepada karyawan agak di Realisasikan.

Manfaat melakukan MPP:
- Efektifitas kerja dapat meningkat apabila Sumber daya manusia yang ada telah disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan
- Produktifitas dapat lebih ditingkatkan apabila memiliki data tentang pengetahuan, perkerjaan, pelatihan, yang telah diikuti oleh Sumber daya manusia
- Perusahaan dapat Memanfaatkan Sumber daya alam yang ada dalam perusahaan secara lebih baik.

Daftar Pustaka:
Mangkunegara. A. P., (2015), Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA

Thursday, May 19, 2016

Kesehatan & Keselamatan Kerja

Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang kerap kita tahu sebagai K3.
Sebelum organisasi memperkerjakan tenaga kerja, organisasi melalukan MCU (Medical Check Up) terlebih dahulu.
Organisasi hanya meperkerjakan tenaga kerja dengan keadaan Sehat.
Sebuah organisasi yang sehat dapat menguntungkan secara Finansial, dan juga memiliki karyawan yang secara Fisik dan Psikologis sehat untuk mengerjakan perkerjaan mereka (Cepat, 1999)
Kunci dari organisasi yang sehat adalah rasa aman.
Keselamatan atau rasa aman berkaitan erat dengan Human Factor.
Apabila kita ingin meningkatkan keselamatan atau rasa aman kita harus mengetahui kapan tubuh kita merasa lelah, terutama karyawan yang berkerja pada bidang industri.
Mayoritas Industri membagi jam kerja karyawanya menjadi 3 bagian:

08:00 - 16:00
16:00 - 24:00
24:00 - 08:00

Gangguan fisiologis banyak terjadi pada perkerja yang mendapatkan bagian malam.
Karena malam merupakan waktu yang tepat untuk beristirahat.
Untuk mengurangi kecelakan kerja yang terjadi pada perkerja yang mendapatkan bagian malam, Organisasi atau Perusahaan dianjurkan untuk memberi jangka waktu yang panjang (1 atau 2 bulan) untuk diganti shiftnya.
Berikut perlengkapan dalam berkerja:



Sumber:
Munandar. A. S., (2001): Psikologi Industri dan Organisasi. Ui-Press

Thursday, May 12, 2016

Ergonomi

Ergonomi berasal dari bahasa latin yaitu "Ergon" dan "Nomos" yang berarti Hukum Alam.
Ergonomi dapat didefinisikan sebagai studi tentang aspek-aspek manusia dalam lingkungan kerjanya yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, Psikologi, Engineering, managemen, dan desain.
Dalam Psikologi ilmu ergnomi bisa berupa penyesuaian warna dalam lingkungan kerja dengan tujuan untuk membuat suatu situasi atau atmosfir kerja.

Ergonomi berfungsi untuk membuat perkerjaan manusia menjadi lebih efektif dan produktif.
Studi mengenai Ergnomi merupakan dimana manusia, fasilitas kerja, dan lingkunganya saling berinteraksi dengan tujuan utama yaitu menyesuaikan suasana Kerja dengan manusianya.
Berikut merupakan contoh dari suatu benda yang membantu kita dalam perkerjaan:















- Mouse ini cukup kecil sehingga membuat pengunanya nyaman
- Mouse untuk pengguna tangan kanan berbeda dengan mouse untuk pengguna tangan kiri
- Disarankan bagi penggunanya untuk meletakan seluru jari-jarinya pada mouse
- Disarankan bagi penggunanya untuk meletakan tanganya pada meja saat menggunakan mouse


















Sumber:
Kristanto. A., Saputra. A. D., (2011) "PERANCANGAN MEJA DAN KURSI KERJA YANG
ERGONOMIS PADA STASIUN KERJA PEMOTONGAN
SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS". Jurnal Ilmiah teknik Industri 1,  78-87

http://www.ergonomicsmadeeasy.com/store/ergonomic-mice/product/hand-shoe-ergonomic-mouse/

Thursday, April 28, 2016

Performance Management

Performance Management merupakan proses yang digunakan untuk Mengindentifikasi, Meningkatkan, dan Mengevaluasi kinerja karyawan.
Penilaian Kinerja sangat penting dalam suatu Organisasi maupun Industri

Manfaat Penilaian Kinerja:
- Mengapresiasikan terhadap kinerja karyawan yang baik
- Umpan balik dari atasan terhadap bawahan 
- Reward
- Motivasi

Kinerja atau Performance dibagi menjadi 3 kiteria:
- Objective
Kiteria ini menunjukan perilaku perkerja atau karyawan suatu perusahaan atau organisasi sangat konsisten dalam perilakunya
Contoh: Budi selalu datang jam 7 Pagi

- Contamination
Kiteria ini menunjukan perilaku perkerja atau karyawan suatu perusahaan atau organisasi dengan mudah berubah kinerjanya
Contoh: Budi kemarin datang jam 7 pagi, namun pada hari ini Budi datang jam 10 Pagi
atau pada bulan kemarin budi masuk kekantor dengan tepat waktu, namun pada minggu-minggu ini budi sering telat

- Deficit
Kiteria ini menunjukan perilaku perkerja atau karyawan suatu perusahaan atau organisasi yang berpengaruh buruk terhadap perkerja lain
Contoh: Andi mengajak budi untuk datang terlambat 

Salah satu alat Penilaian Kinerja yang paling banyak digunakan berupa 360 Feedback/Apprasial

Appraisal 360 feedback sebagai pendekatan penilaian kinerja yang mempercayakan penilaiannya pada atasan (supervisor), bawahan, rekan kerja, diri sendiri atau mungkin konsumen, suppliers dan/atau keduanya (McCharthy dan Garavan 2001).

Appraisal 360 memberikan beberapa manfaat baik bagi organisasi maupun bagi individu didalamnya. Manfaat bagi organisasi antara lain: (Garavan 1997)
1. meningkatkan komunikasi dua arah (two-way communication) dan meningkatkan kesempatan karyawan untuk terlibat dalam melakukan penilaian.
2. karyawan diberi kesempatan untuk merespon dengan memberikan pendapat mereka mengenai organisasinya.
3. membantu menciptakan hubungan kerja antara organisasi dengan karyawan sehingga dapat meningkatkan efektifitas organisasi ( effective work relationship).

Sumber: 
Rachmayati, F., (2010) PERFORMANCE APPRAISAL 360FEEDBACK :
“SEBUAH PENDEKATAN UNTUK MENCIPTAKAN COMPETITIVE ADVANTAGE BAGI ORGANISASI ”. Jurnal Manajemen. 1, 1-11







Thursday, March 17, 2016

Environment

Psikolog Industri dan Organisasi selain perlu akan kemampuanya dalam menangani individu mereka juga di harapkan bisa menguasai Environment/Lingkungan.
Dalam lingkungan peran pio adalah mendesign untuk membuat prilaku baru di organisasi yang di naunginya.
Pemilihan lingkungan sangat mempengaruhi manusia.
Manusia cenderung memilih tempat yang membuat mereka merasa kompeten dan percaya diri , dan merasa berarti dan nyaman berada di situ. Lingkungan yang dipilih biasanya bedasarkan ,berikut :
A. Keterkaitan aspek kehidupan satu dengan lainya
B. Pemahaman bahwa tempat hunian tidak akan membuat dia kehilangan jati diri.

Wohwill (dalam Fisher 1984) menyatakan bahwa ada 3 dimensi hubungan perilaku dan lingkungan.
A.Intensitas
Terlalu banyak orang atau terlalu sedikit orang disekitar kita, akan membuat gangguan psikologis. Terlalu banyak orang menyebabkan perasaan sesak, dan terlalu sedikit orang menyebabkan orang merasa tersaingi.
B. Keanekaragaman
Keankeragaman benda atau manusia berakibat terhadap pemerosesan informasi. Teralalu beraneka menyebabkan perasaaan Overload(berlebihan). Kekurangan beraneka ragaman menyebabkan perasaan monoton
C. Keterpolaan
Keterpolaan berkaitan dengan kemampuan memperediksi. Jika sesuatu hal di pola dengan pola yang tidak jelas dan rumit menyebabkan beban dalam pemrosesan informasi sehingga stimulus sulit untuk diprediksi. Sedangkan Pola-pola yang sangat jelas menyebabkan stimulus mudah di prediksi

itu saja informasi mengenai lingkungan sehingga menyebabkan perubahan prilaku berubah. 


Sumber : 
http://journal.ui.ac.id/humanities/article/view/207/203
jurnal "beberapa teori psikologi lingkungan" (Avin fadilla Helmi)

Thursday, March 10, 2016

Job Desk

Berikut responden yang saya wawancarai mengenai perkerjaanya



Nama: Hendri

Profesi: Satuan Pengamanan(Satpam)







Deskripsi Jabatan
-Memantau keadaan dalam dan luar gedung Fakultas Psikologi dan Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila
-Memantau dan menertibkan keadaan pada tempat yang sudah ditentukan
-Selalu melaporkan tamu yang datang ke dalam Fakultas Psikologi dan Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila

Spesifikasi Jabatan
-Satuan Pengamanan Fakultas Psikologi dan Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila
-Berjaga pada Pos keluar masuk gedung Fakultas Psikologi dan Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila

Standar Kinerja Jabatan
-Berpatroli baik didalam dan diluar gedung Fakultas Psikologi dan Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila 3 kali dalam sehari
-Berjaga pada Pos keluar masuk gedung mulai jam 7 pagi hingga jam 7 sore dan berganti shift setiap 2 minggu mulai dari jam 7 sore hingga jam 7 pagi , menertibkan Kendaraan yang parkir dilingkungan Fakultas Psikologi dan Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila
-Melaporkan kedatangan tamu seperti Dosen , Dekan , Petinggi Fakultas , dan Karyawan  dibidang akademik Fakultas Psikologi dan Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila


Foto saya saat wawancara


Thursday, March 3, 2016

H-T-P Test

Perkuliahan saya pada hari ini sangat menarik.
Apabila kita ingin melamar kerja ke sebuah perusahaan atau perkantoran, kita pasti dihidangkan oleh berbagai test. 
Test yang dilakukan guna untuk mengukur kepribadaian, kompetensi, dan potensi kita.
Nah, H-T-P Test merupakan salah satu dari test tersebut.
H-T-P Test termaksut test yang berguna untuk mengukur keperibadian kita.
H-T-P Test ditemukan oleh John Buck. Prosedur dari test sebagai berikut:

-Penguji menyajikan Kertas HVS 3 lembar 
-Penguji menyuruh kepada peserta untuk menggambar Rumah, Pohon, dan manusia pada masing masing kertas.

John buck percaya bahwa lewat gambar perserta dapat menggambarkan kepribadianya melewati ketidaksadaraan. 
Gambar rumah menandakan hubungan pereserta terhadap orangtua dan saudara.
Gambar pohon menandakan kematangan emosi perserta. 
Gambar orang menunjukan perasaan perserta terhadap dirinya sendiri.
Semua yang digambar oleh peserta akan dinilai oleh penguji, bagian kertas mana perserta akan menggambar objek, besar atau kecil sebuah gambar, dll.



Sumber : 
www.intelligentietesten.com/house_tree_person_drawings.htm